Cerita Anak Monyet
Seekor anak monyet mengadu kepada induknya :
” Ma kenapa sih kita terlahir dengan wajah buruk mirip dengan monyet, seluruh badan, kaki dan tangan ditumbuhi dengan bulu yang lebat ? ”
Induk monyet berkata kepada anaknya,
walaupun kita terlahir dengan buruk rupa, kita harus selalu tetap bersyukur karena kita lebih baik dari pada orang yang sedang membaca tulisan ini.
Kisah Humor Ibu dan Putranya
Empat orang ibu sedang membanggakan betapa hebatnya putra mereka masing-masing.
Ibu pertama : ” Anak saya adalah seorang pendeta, ketika ia masuk ke ruangan, semua orang menundukkan kepalanya dan memanggilnya Bapa.”
Ibu kedua : ” Anaka saya adalah Direktur perusahaan terbesar di negara ini, ketika ia masuk ruangan, semua orang menjabat tangannya dan memanggilnya Bapak Direktur.”
Ibu ketiga : ” Anak saya adalah Profesor lulusan termuda di dunia dan menikah dengan putri kerajaan Inggris, ketika ia masuk ke ruangan, semua orang memanggilnya Sang Pangeran.”
Ibu keempat : ” Anak saya laki-laki, tingginya 187 cm,beratnya 78 kg, berkulit putih, badannya sangat atletis, rajin aerobic dan olah raga, bekerja sebagai penari telanjang pria, ketika ia masuk ruangan, semua wanita memanggilnya…Ya Tuhan..”
Kawin Lari
Dengan sedih Rivi menemui Edgard sang pacar, ” Orang tua aku tidak setuju dengan hubungan kita ini mas.”
Edgard menatap Rivi dengan penuh cinta dan berkata, ” Kalau begitu kita kawin lari saja sayang?”Rivi menggelengkan kepalanya sambil berkata, ” Tidak mau ahh, kemarin – kemarin kita kawin sambil berdiri saja sering lepas, bagaimana kalau sambil lari !!”
Seekor anak monyet mengadu kepada induknya :
” Ma kenapa sih kita terlahir dengan wajah buruk mirip dengan monyet, seluruh badan, kaki dan tangan ditumbuhi dengan bulu yang lebat ? ”
Induk monyet berkata kepada anaknya,
walaupun kita terlahir dengan buruk rupa, kita harus selalu tetap bersyukur karena kita lebih baik dari pada orang yang sedang membaca tulisan ini.
Kisah Humor Ibu dan Putranya
Empat orang ibu sedang membanggakan betapa hebatnya putra mereka masing-masing.
Ibu pertama : ” Anak saya adalah seorang pendeta, ketika ia masuk ke ruangan, semua orang menundukkan kepalanya dan memanggilnya Bapa.”
Ibu kedua : ” Anaka saya adalah Direktur perusahaan terbesar di negara ini, ketika ia masuk ruangan, semua orang menjabat tangannya dan memanggilnya Bapak Direktur.”
Ibu ketiga : ” Anak saya adalah Profesor lulusan termuda di dunia dan menikah dengan putri kerajaan Inggris, ketika ia masuk ke ruangan, semua orang memanggilnya Sang Pangeran.”
Ibu keempat : ” Anak saya laki-laki, tingginya 187 cm,beratnya 78 kg, berkulit putih, badannya sangat atletis, rajin aerobic dan olah raga, bekerja sebagai penari telanjang pria, ketika ia masuk ruangan, semua wanita memanggilnya…Ya Tuhan..”
Kawin Lari
Dengan sedih Rivi menemui Edgard sang pacar, ” Orang tua aku tidak setuju dengan hubungan kita ini mas.”
Edgard menatap Rivi dengan penuh cinta dan berkata, ” Kalau begitu kita kawin lari saja sayang?”Rivi menggelengkan kepalanya sambil berkata, ” Tidak mau ahh, kemarin – kemarin kita kawin sambil berdiri saja sering lepas, bagaimana kalau sambil lari !!”
